Hindarilah Kesalahan dalam Melakukan Flossing Gigi

Hindarilah Kesalahan dalam Melakukan Flossing Gigi – Seperti yang kita semua ketahui bahwa gigi merupakan salah satu bagian tubuh yang sangat penting dan harus di rawat dengan benar. Karenanya, flossing gigi dianjurkan untuk masuk ke dalam rutinitas perawatan gigi dan mulut kamu. Demi mendapat manfaat optimal, teknik flossing gigi harus dilakukan dengan benar. Jika tidak, flossing gigi justru dapat menyebabkan permasalahan seperti gigi berlubang dan karies gigi.

Hindarilah Kesalahan dalam Melakukan Flossing Gigi

1. Menggunakan bagian benang yang sama untuk setiap gigi
Flossing gigi bertujuan untuk membersihkan plak dan bakteri yang terdapat di sela dan permukaan gigi. Menggunakan bagian benang gigi dental care info  yang sama ketika melakukan flossing berpotensi menyebarkan bakteri ke seluruh rongga mulut. Karenanya, gunakan bagian benang gigi yang baru di setiap gigi.

Selain itu, perhatikan teknik menggunakan benang gigi yang benar di bawah ini!

Siapkan benang gigi sepanjang 40 cm dan lilitkan ke jari tengah di kedua tangan. Sisakan sedikit bagian benang gigi di tengahnya.
Pegang benang gigi oleh ibu jari dan jari telunjuk dengan erat.
Masukkan benang gigi ke sela gigi dan gesekkan benang gigi secara perlahan.
Gerakkan benang gigi naik turun dengan lembut.
Gunakan bagian lain dari benang gigi saat hendak membersihkan gigi yang lain.

2. Melakukan flossing gigi terlalu sering
Segala sesuatu yang berlebihan memanglah tidak baik. Hal yang sama berlaku pada flossing gigi. Asosiasi Dokter Gigi Amerika (ADA) menganjurkan untuk melakukan pembersihan area antar-gigi (inter-dental section) seperti flossing sebanyak dua kali dalam sehari.

Dilansir Dental Care, pembentukan plak bakteri membutuhkan waktu sekitar 4 hingga 12 jam. Dengan demikian, kita hanya perlu melakukan pembersihkan celah antar gigi minimal sekali dalam sehari. Melakukan flossing lebih dari dua kali justru meningkatkan risiko kerusakan pada gusi. Lebih lanjut, ini bisa berdampak juga kepada perkembangan gigi berlubang.

3. Melakukan flossing gigi terlalu kasar
Saat melakukan flossing, sering kali kita memberikan tekanan yang kuat pada gusi. Jika terus dilakukan, ini dapat menyebabkan kerusakan gusi bahkan pada tingkat yang cukup parah. Lebih lanjut, gusi yang rusak bisa menjadi medium untuk perkembangan bakteri sehingga berpotensi menyebabkan permasalahan seperti gigi berlubang dan karies gigi. Karenanya, lakukanlah flossing dengan lembut dan perlahan. Berhati-hatilah saat menggerakkan benang gigi secara naik turun. Upayakan untuk tidak mengenai gusi yang terdapat di sela gigi.

4. Melakukan flossing gigi setelah menyikat gigi
Banyak orang mengira bahwa waktu yang tepat untuk melakukan flossing gigi adalah setelah menyikat gigi. Sayangnya, anggapan tersebut dipatahkan dalam studi di dalam Journal of Periodontology pada 2018. Studi tersebut melaporkan bahwa melakukan flossing setelah menyikat gigi ternyata tidak mampu membersihkan plak sepenuhnya.

Lebih lanjut, membersihkan plak dan sisa makanan sebelum menyikat gigi memungkinkan fluoride dalam pasta gigi menjangkau permukaan gigi secara merata. Selain itu, lakukanlah flossing sebelum tidur untuk mencegah pembentukan plak di malam hari. Ini karena produksi saliva menurun saat tidur, sehingga perlindungan pada rongga mulut terhadap bakteri pun berkurang.

5. Memilih benang gigi yang tidak sesuai
Benang gigi hadir dalam berbagai macam tipe dan ukuran yang bisa disesuaikan dengan kondisi gigi kamu. Benang gigi yang mengandung lilin cocok untuk orang dengan celah antar gigi yang rapat, sedangkan benang gigi yang tidak mengandung lilin diperuntukkan bagi orang dengan kondisi gigi normal.

Gabung juga bersama Agen Sbobet Terpercaya dengan cara mendaftar pada https://www.sbobett88.asia/